Oleh: astri | J Juli, 2008

 

12 Pelukan Sehari, Dijamin Tak Sakit-Sakitan Lagi …. ! ! !

“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan  sehari. Untuk kesehatan, kita butuh  8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.

 

Mungkin,  Anda  sedikit heran, benarkah pelukan memiliki  kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda?

 

Kapan terakhir kali  Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali,coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa  menyembuhkan penyakit fisik dan psikis.  Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang  yang
dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka.Kekuatan ini  yang membuat  kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

Pelukan Damai

 

Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon  oxytocin ini  membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika  manusia memiliki kehidupan  sehat, merasa damai dan tentram.

 

 

Terapi  pelukan  hampir sama dengan terapi jalan kaki.  Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres,  khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan.

 

Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah.

 

Pelukan ini juga bukan `pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri  dan kanan, seperti yang dilakukan oleh  budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.

Pelukan yang dimaksud adalah  pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.

Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara,  orang tua ke anaknya. Di Amerika ada sebuah lembaga yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang  dengan papan besar di dada,bertuliskan Free Hug.  Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

 

Anak Tumbuh Sehat

 

 

“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan  menyentuh pipi dengan pipi,  ini juga ada manfaatnya.  Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan.  Namun bila  ini  dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan  dan pelukan. Sehingga   pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan.  Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit  kita memiliki organ perasa. Dari  ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika   bayi masih di dalam kandungan walau  dilindungi air ketuban,   ia sangat  menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya.  Jika sering disentuh,  bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang  bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi  seorang yang penyayang.

Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang  sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memilikikepercayaan diri.  Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.

Pada orang tua pun,  sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan  seseorang,  depresi, stres.  Dengan berpelukan, orang dewasa
merasa  ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Transformasi Rasa Nyaman

Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, “pelukan  salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan  satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara  agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya  yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.”

Dr. Harold Voth, senior psikiater di  Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka  yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.

 

Jika Bayi atau anak-anak rewel  atau sakit.  Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah.  Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda
akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.   Pelukan dapat menyembukan  sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari  pelukan membantu mengurangi rasa sakit.

 

Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya  merasa prustasi, marah, tak  mungkin  penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien.  Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah  cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk  cinta.

Jadi tunggu apa lagi……

 

 

 

 

 

Oleh: astri | J Juni, 2008

EFEK SEBUAH KATA

Para pembaca, di bawah ini saya cuplikan sebuah artikel yang sangat menarik.  Mungkin dapat dijadikan salah satu pegangan kita dalam bersosialisasi dengan lingkungan dan teman-teman sepergaulan ataupun kerabat kita. Ini cuplikannya :

                                                                               

Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan kata-kata yang positif dan baik.

Setelah mendengarkan info tentang pengaruh kata-kata negatif terhadap air yang ditulis dalam buku “The Hidden Messages in Water” karya Masaru Emoto dan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yang melakukan percobaan, sayapun tertarik untuk melakukannya sbb.:   

1.       Tempatkan nasi sisa yang sudah didiamkan semalaman ke dalam 2 toples dengan jumlah yang sama, kemudian ditutup rapat.

2.       Masing-masing toples dilabeli yang berisi kata-kata sbb.:

      

Toples A : “Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih”.

 

 

Toples B : “Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak mau dekat dekat kamu”.

 

3.        Kedua botol  ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, saya pesan pada istri, anak, dan pembantu untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol-botol tersebut.

4.        Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian :

Nasi dalam botol yg dibacakan kata-kata negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dengan bau yang tidak sedap.

Sedangkan nasi dalam botol yang dibacakan kata-kata positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Nah Silakan Anda mencobanya sendiri.

Kalau di buku dikatakan ada yang mencoba dengan tiga botol, dan   botol ketiga tidak diberi label apa-apa alias diabaikan / tidak diperdulikan, dan ternyata beras dalam botol yang diabaikan membusuk jauh lebih cepat dibandingkan dengan botol yang terpapar kata ” Kamu Bodoh”.

Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang di sekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan di sekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yang berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka.

Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata yang akan keluar dari mulut kita, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran yang timbul dalam batin kita.

 

 

Oleh: astri | J Juni, 2008

GAYA HIDUP

PERKEMBANGAN  GAYA  HIDUP

 

           Selama ini kita tahu beberapa bentuk pasar sebagai tempat memperjualbelikan barang dan jasa.  Ada yang dikenal dengan pasar tradisional dan pasar modern, bahkan ada yang dikenal dengan sebutan penjualan bertingkat (multilevel marketing). Dan tren yang paling mutakhir saat ini adalah berbelanja ataupun berjualan barang/jasa melalui dunia maya.

 

Dari cerita atau bacaan, kita tahu ‘konsep’ pasar dimulai dari sistem barter, barang ditukar dengan barang.  Kemudian berkembang, setelah orang-orang mengenal alat pembayaran, barang dapat dibeli dengan menggunakan alat pembayaran yang dikenal dengan uang (kepeng).

         

          Dewasa ini, alat pembayaran pun berkembang.  Awalnya kita dikenalkan dengan uang kertas dan uang logam, sekarang bertambah dengan uang plastik.  Bahkan di dunia maya, kita dapat melakukan transaksi cukup berbekal sejumlah angka/kode (PIN) tanpa menyertakan alat pembayaran secara fisik.  Para pelaku transaksi pun tidak perlu melakukan kontak secara fisik.

 

Perkembangan gaya hidup kita dari waktu ke waktu berkembang dan berubah sesuai dengan kemudahan-kemudahan yang ada.  Di satu sisi akan memudahkan sebagian orang, tanpa perlu berpindah dari suatu ruang/tempat sudah dapat melakukan transaksi.  Di sisi lainnya, akan membuat segelintir orang semakin jauh/terpisah dari dunia kehidupan nyata yang memerlukan kontak antarmakhluk sosial karena semuanya cukup dilakukan melalui dunia maya atau sarana komunikasi lainnya, seperti telepon. Maka tidaklah heran bila muncul stigma bahwa kita semakin jauh dari kehidupan sosial dan kita semakin tidak mempedulikan lingkungan/kehidupan sekitar kita.  Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa itulah ciri-ciri manusia maju, yang dapat hidup tanpa terlalu bergantung pada yang lainnya. Silakan pembaca memilihnya dan menetukan gaya hidup yang bagaimana yang paling cocok. 

                                                                                                                                       

Oleh: astri | J Mei, 2008

Masih dalam proses

Web ini masih dalam percobaan

Oleh: astri | J Mei, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori